Mata Merah: Sebuah Pendekatan Klinis


Mata Merah : Sebuah Pendekatan Klinis

    Mata merah adalah kasus yang sering ditemui pada praktik klinik sehari-hari. Menurut sebuah penelitian, lebih dari 40% dari masalah mata di negara berkembang memiliki gejala klinis mata merah. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memahami penyebab dari mata merah dan juga dapat membedakan sebab-sebab dari kondisi ini. Silakan menikmati:


    Gambar diatas menunjukan anatomi dari mata. Lapisan paling luar dari mata disebut kornea. Kornea dilapisi oleh selaput tipis yang disebut dengan konjungtiva. Konjungtiva ini adalah daerah yang kaya dengan pembuluh darah.


    Mata merah disebabkan oleh terjadinya sumbatan dari pembuluh darah konjungtiva tersebut. Sumbatan pembuluh darah akan menyebabkan cairan bola mata menjadi buram sehingga kemampuan melihat mata akan menurun.

    Berbicara tentang ketajaman penglihatan mata, kita harus dapat membedakan apakah pasien diklasifikasikan sebagai memiliki mata merah yang disertai dengan penglihatan normal ataupun pasien memiliki mata merah dengan penurunan visus. Diagram ini akan memudahkan kita dalam mengklasifikasikan penyebab dari mata merah:


    Pengamatan yang seksama dari mata pasien sangat penting, karena dari pengamatan tersebut kita dapat mengira etiologi penyebab kelainan mata tersebut. Misalnya, apabila mata mengeluarkan cairan yang pus, maka dapat diduga bahwa penyebabnya adalah bateri. Sedangkan, apabila mata mengeluarkan air dalam jumlah besar maka dapat diduga penyebabnya adalah alergi atau virus.

    Setelah kita mengklasifikasikan berdasarkan visusnya. Wawancara dengan pasien dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan kelainan-kelainan mata. Misalnya, orang yang sering bekerja di luar (outdoor worker) memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terkena penyakit pterygium. Kontak dengan pasien yang sebelumnya terkena infeksi mata merupakan faktor risiko dari konjunctivitis dan juga penggunaan kontak lens merupakan salah satu faktor risiko dari keratitis.

    Tes-tes lanjutan juga dapat dilakukan untuk menentukan penyebab dari mata merah. Misalnya, tes tonometri dapat digunakan untuk mengukur tekanan mata. Apabila terjadi peningkatan tekanan mata, maka dapat diduga bahwa pasien terkena glaukoma.

    Sangat banyak hal yang dapat menyebabkan mata merah. Diperlukan banyak tes untuk menyingkirkan penyebab kelainan mata tersebut. Maka, diagnosis kelainan mata merah sangat sulit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s