DIBALIK JUBAH PUTIH DOKTER BAMBANG, ADA SOSOK DOKTER YANG IDEAL


Saya pertama kali bertemu dengan sosok dokter Bambang dua tahun yang lalu di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Pertama kali melihatnya, beliau sedang memeriksa pasien gagal jantung, tangannya yang terampil sedang mengukur tekanan pembuluh darah vena jugularis yang terletak di leher. Di kalungkan di lehernya adalah stetoskop. Ketika ditaruh diantara sela-sela rusuk pasien, stetoskop tersebut dapat mendengar bunyi menderu-deru. Dengan yakin ia menulis diagnosis di kertas rekam medis: gagal jantung sambil menuliskan beberapa penyakit-penyakit lain yang mungkin diderita oleh si pasien.

            Ya, begitulah sosok seorang dokter Bambang Budi Siswanto, seorang kardiolog konsultan gagal jantung yang dilahirkan di Medan, lebih dari 55 tahun yang lalu. Alasan saya bertemu dengan beliau pada pagi hari itu juga sangat unik untuk seorang klinisi : berdiskusi tentang pembuatan karya tulis ilmiah tentang penyempitan pembuuh darah.  Dokter Bambang memiliki ide yaitu menggunakan daun sukun yang biasa dijumpai sehari-hari di masyarakat Indonesia untuk mengobati penyakit penyempitan pembuluh darah yang diderita oleh lebih dari 40% masyarakat Indonesia. Sebuah ide yang sangat brilian. Tentu, ide-ide brilian dokter Bambang ini tidak datang secara tiba-tiba. Sebagai seorang peneliti di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, dokter Bambang terbiasa harus mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di layanan kesehatan jantung di rumah sakit di Indonesia dan mencari ide-ide baru untuk menyelesaikannya. Beberaa penelitian dokter Bambang sudah dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah internasional seperti penelitiannya yang berjudul “Heart Failure in NCVC Jakarta and 5 Hospitals in Indonesia“ yang diterbitkan di jurnal international CVD Prevention and Control pada bulan Januari 2010.  Oleh karena kepiawaiannya dalam meneliti dan menulis, beberapa jurnal ilmiah kedokteran berskala internasional meminta dokter Bambang untuk menjadi dewan penasihatnya. Jurnal internasional, Heart Asia yang merupakan cabang dari British Medical Journal, salah satu jurnal ilmiah paling prestise di dunia meminta dokter Bambang sebagai anggota dari dewan penasihat internasionalnya.

            Selain menjadi seorang peneliti, dokter Bambang juga adalah seorang klinisi yang terampil serta peduli dengan masyarakat disekitarnya. Keterampilan klinikya membuatnya menjadi rujukan dokter-dokter jantung Indonesia apabila menghadapi kasus-kasus yang berkaitan dengan gagal jantung dan tekanan darah tinggi. Selain itu, iya juga sangat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. terutama dalam  gaya hidup sehat sebagai tindakan pencegahan penyakit jantung pada masyarakat. Dokter Bambang selalu mengatakan “awal dari semua penyakit jantung adalah gaya hidup yang tidak sehat”.  Ketrampilan kliniknya yang luar biasa dan dedikasinya yang tinggi pada masyarakat membuat dokter Bambang mendapat kesempatan menjadi salah satu dari tim dokter Kepresidenan Republik Indonesia masa bakti 2004-2012.

            Sosok dokter Bambang yang juga tidak boleh dilupakan adalah sebagai sosok seorang guru yang dekat dengan murid-muridnya.Dokter Bambang menjadi pengajar pada mata kuliah Kardiovaskular dan keterampilan klinik dasar di almamaternya, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia sangat akrab dengan mahasiswa-mahasiswanya bahkan dapat ditemui sedang menyantap makan siang bersama mahasiswanya. Beliau juga sering memberikan nasihat-nasihat yang sangat menginspirasi bagi saya. Salah satunya adalah “menjadi dokter tidak cukup hanya menjadi klinisi saja, melainkan harus menjadi peneliti yang handal”.

            Ya, begitulah sosok seorang Bambang Budi Siswanto, seorang klinisi, peneliti, dan guru yang memberikan inspirasi kepada mahasiswa-mahasiswanya. Dokter yang cerdas namun bersahaja. Seorang dokter yang patut untuk mendapatkan predikat “Seven Star Doctor”. 

2 thoughts on “DIBALIK JUBAH PUTIH DOKTER BAMBANG, ADA SOSOK DOKTER YANG IDEAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s