Minum Susu Rendah Lemak dapat Menurunkan Berat Badan? Tunggu dulu….


Minum susu rendah-lemak diyakini dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, sebuah studi baru yang dilakukan oleh University of Virginia, Amerika Serikat menunjukan bahwa mereka yang mengkonsumsi susu full cream memiliki risiko obesitas yang lebih rendah. Mari kita simak studinya

Di setiap supermarket, susu skim atau rendah lemak selalu dijual bersandingan dengan susu full cream atau yang kandungan lemaknya tidak dihilangkan. Kita selalu beranggapan bahwa susu rendah lemak dapat membantu menurunkan berat badan. Paling tidak, susu tersebut dapat membantu kita mempertahankan berat badan yang ideal. Bahkan, rekomendasi minum susu rendah lemak ini telah didukung oleh American Academy of Pediatrics (AAP), sebuah lembaga kumpulan dokter anak di Amerika Serikat. AAP menyarankan anak untuk mengkonsumsi susu rendah lemak (<1% lemak) untuk mencegah kenaikan berat badan pada anak.

Namun, sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. Mark Daniel DeBoer, dari divisi anak Universitas Virginia, Amerika Serikat menunjukan bahwa mereka yang mengkonsumsi susu rendah lemak memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas dibandingkan mereka yang mengkonsumsi susu full cream(2% lemak).

Dr.Deboer menganalisa 10.700 data anak-anak berumur 2 sampai 4 tahun yang berpartisipasi dalam studi “The Early Childhood Longitudinal Study”. Sampel pasien yang ikut didalam studi ini representatif terhadap anak-anak di Amerika Serikat. Dr. Deboer meganalisa indeks masa tubuh (IMT) dan kondisi tubuh anak (apakah anak diklasifikasikan sebagai obese atau tidak) beserta total konsumsi susu beserta tipe susu yang dikonsumsi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1 : Akibat dari konsumsi susu dan IMT

Gambar diatas menunjukan hasil penelitian ini. Pada grafik 1A dan 1C tim peneliti membandingkan konsumsi susu pada beberapa suku bangsa yang ada di Amerika Serikat. Dari sini, kita dapat melihat bahwa di semua suku bangsa yang ada di Amerika Serikat, mereka yang mengkonsumsi susu 2% lemak memiliki risiko obesitas yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengkonsumsi susu rendah lemak. Di gambar 1C dan 1D, peneliti juga membandingkan konsumsi kedua jenis susu pada beberapa kelompok ekonomi. Dapat dilihat di grafik diatas bahwa hampir diseluruh kelompok ekonomi, mereka yang mengkonsumsi susu yang memiliki 2% lemak juga memiliki BMI yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengkonsumsi susu 1% lemak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gamber 2: Rata-rata BMI anak dari waktu ke waktu

Selanjutnya, peneliti melihat data anak-anak tersebut dari umur 2 tahun sampai 4 tahun. Peneliti mengkalkulasikan rata-rata berat badan anak. Dapat dilihat bahwa mereka yang mengkonsumsi susu rendah lemak dan susu tinggi lemak sama-sama mengalami kenaikan IMT. Tetapi, mereka yang mengkonsumsi susu rendah lemak mengalami kenaikan yang lebih besar dibandingkan mereka yang mengkonsumsi susu tinggi lemak.

Hasil ini cukup menarik karena konsumsi susu rendah lemak diangga pdapat menurunkan berat badan. Mereka yang mengkonsumsi susu rendah lemak akan mengkonsumsi lebih sedikit 15 gram lemak. Apabila dihitung, konsumsi susu rendah lemak dapat mengurangi konsumsi 135 kilokalori. Untuk menjelaskan hasil penelitian ini, peneliti mengajukan sebuah teori bahwa kandungan lemak yang terdapat dalam susu dapat menghasilkan sitokinin yang dapat mengurangi nafsu makan. Mereka yang mengkonsumsi susu rendah lemak akan memakan lebih banyak makanan lain.

Tentunya, ada beberapa kelemahan yang dapat kita lihat dari studi ini:

Yang pertama, studi ini dilakukan di masyarakat Amerika Serikat, sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan di populasi Indonesia. Namun, ada indikasi bahwa hasil ini juga dapat berlaku di Indonesia karena peneliti juga menganalisa mereka yang termasuk dalam ras Asian-American.

Yang kedua, studi ini dilakukan pada anak-anak berumur 2 sampai 4 tahun. Belum tentu studi ini dapat digeneralisasi akan berlaku pada mereka yang lebih tua. Cukup menarik untuk dicari tahu apakah hasil yang sama akan ditemukan pada mereka yang lebih tua.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s